Bab 177

2787 Kata

Di ruang tamu rumah baru Vivienne dan Jeremi, tumpukan LEGO warna-warni memenuhi lantai. Cahaya sore menyinari ruangan melalui jendela besar, menyorot ekspresi serius sekaligus ceria masing-masing pemain. “Nayla, aku bilang jangan meletakkan menara itu di tengah, nanti roboh!” teriak Valiant sambil menatap adiknya dengan nada setengah serius, setengah bercanda. Nayla menepuk dagunya sambil tersenyum nakal. “Ah, Kak Valiant… jangan cemas begitu. Aku yakin menaraku ini akan lebih kokoh dari yang kau buat!” Jeremi, duduk di samping Vivienne, mengerutkan kening sambil menata LEGO di tangannya. “Vivienne… kau yakin itu seimbang? Jangan sampai menara kita jatuh duluan, nanti kita kalah!” Vivienne tertawa kecil, matanya berbinar. “Santai, Sayang… kita pasti menang. Aku sudah menyiapkan strate

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN