Pagi itu, Jeremi dan Vivienne tiba di bandara Soekarno-Hatta setelah menikmati bulan madu yang panjang dan penuh kebahagiaan di Jepang. Vivienne menatap keluar jendela mobil dengan mata berbinar. “Jeremi… rasanya aneh ya, akhirnya kembali ke Jakarta. Tapi… aku rindu rumah juga,” ucap Vivienne sambil menggenggam tangan Jeremi. Jeremi tersenyum, menatap Vivienne dengan penuh cinta. “Sayang… aku punya kejutan buatmu. Rumah yang akan kita tempati… rumah impianmu.” Vivienne menatapnya kaget. “Rumah impianku? Jeremi… maksudmu… aku nggak percaya ini.” Jeremi tertawa pelan sambil menepuk bahunya. “Percayalah, Sayang… aku mau semua yang terbaik untukmu, rumah ini… untuk kita.” Mobil melaju melalui jalanan Jakarta, Vivienne terus menatap kota, namun pikirannya penuh dengan rasa penasaran. Setel

