Vivienne menarik tangan Rosalinda dengan semangat yang luar biasa, seolah dunia sedang baik-baik saja, seolah tidak ada kekacauan yang baru saja mereka lalui beberapa hari terakhir. “Ayo, Linda! Hari ini kamu harus ikut aku, nggak ada alasan lagi untuk murung. Aku nggak mau lihat wajah kamu tegang terus kayak gitu,” ujarnya ceria sambil menarik lengan sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu. Rosalinda hanya sempat tersenyum kecil, masih sedikit bingung ke mana Vivienne akan membawanya. Namun, langkah Vivienne begitu cepat dan pasti hingga akhirnya mereka berhenti di depan sebuah salon mewah di kawasan elit Jakarta Selatan. Di depan pintu kaca yang besar tertulis nama salon itu dengan elegan—**Le Charme Beauté**. Begitu masuk, aroma lembut bunga melati dan vanila langsung menyambut mere

