Tangisan pertama bayi Vivienne dan Jeremi seolah menjadi doa yang terjawab, doa yang selama ini dipanjatkan dalam setiap kecemasan dan rasa sakit. Begitu bayi mungil itu lahir dengan selamat, berita bahagia segera sampai ke telinga keluarga besar. Rumah sakit hari itu tidak hanya dipenuhi suasana lega, tetapi juga tawa, tangis bahagia, dan pelukan yang menghangatkan hati. Vivienne terbaring di ranjang dengan wajah pucat, rambut sedikit berantakan, tetapi matanya berkilau penuh cinta saat memeluk bayinya yang baru saja diletakkan di d**a. Jeremi duduk di sisi ranjang, tidak melepaskan pandangan dari dua sosok yang kini menjadi pusat dunianya. Dia masih tertegun, seolah tidak percaya bahwa bayi mungil itu benar-benar ada di pelukannya sekarang, bukan hanya tendangan samar di balik perut Viv

