Masa kehamilan Vivienne memasuki bulan ketujuh menuju delapan, dan perubahan tubuhnya semakin terasa dari hari ke hari. Perutnya yang membesar cepat karena mengandung anak kembar membuat langkahnya kian berat. Jika dulu ia masih bisa berdiri lama di depan lemari untuk menata baju atau berjalan santai di halaman, kini setiap lima menit berdiri saja sudah membuatnya sesak, keringat dingin bercucuran, dan napasnya terasa pendek. Jeremi yang awalnya hanya mengira itu hal biasa perlahan menyadari betapa berat beban yang ditanggung istrinya. Setiap malam, ketika Vivienne meringis karena kakinya bengkak, Jeremi akan langsung mengambil minyak hangat dan duduk bersila di depan istrinya, menggenggam pergelangan kakinya dengan penuh hati-hati, lalu mulai memijat perlahan. “Jer, sakit banget rasanya

