Malam itu langit tampak jernih. Laut berkilau diterpa cahaya bulan, dan angin pantai menghembus lembut membawa aroma asin yang khas. Rosalinda berjalan di pasir tanpa alas kaki, gaunnya berwarna biru lembut bergoyang tertiup angin. Dia sempat memandang sekeliling, heran karena Valiant yang menjemputnya tadi malam hanya berkata ingin “makan malam santai di pinggir laut.” Namun begitu dia melangkah lebih jauh, napasnya tertahan. Di depan sana, ratusan kelopak bunga mawar merah membentuk jalur menuju meja makan yang didekorasi indah di bawah tenda putih kecil. Lilin-lilin kaca menyala berjejer, menyoroti permukaan laut yang berkilau, dan suara lembut musik instrumental terdengar samar dari kejauhan. Rosalinda menatap terpana, tidak percaya pada apa yang dilihatnya. Valiant berdiri di ujung

