Nancy yang baru saja keluar dari ruang tengah menatap ke arah luar rumah saat suara gaduh terdengar di halaman depan. Begitu melihat siapa yang datang, napasnya tertahan. Ully berdiri di sana, dengan wajah lelah, mata sembab, dan lengan yang menggenggam erat seorang bayi kecil yang dibalut kain putih. Bayi itu tampak tidur pulas di pelukan ibunya, sementara Ully melangkah dengan langkah gemetar menuju Valiant yang baru saja turun dari mobilnya bersama Rosalinda. Rosalinda yang tak tahu apa-apa hanya berdiri terpaku, tidak mengerti siapa perempuan itu dan apa yang sedang terjadi. Namun, ekspresi Valiant seketika berubah muram begitu melihat Ully berdiri di hadapannya dengan bayi kecil di pelukan. “Valiant…” suara Ully bergetar, air matanya mulai mengalir pelan, “aku mohon… aku tidak kuat

