Bab 204

2331 Kata

Radit yang sedang duduk di kursi kayu kantin kampus itu sebenarnya tidak pernah membayangkan akan berada di posisi sekarang. Seorang laki-laki sederhana, yang biasanya hanya fokus pada tugas kuliah, kini duduk bersama kekasihnya yang begitu penuh kasih sayang dan perhatian pada anak kecil. Tatapannya tidak pernah lepas dari wajah Nayla yang sibuk menyuapi nasi goreng ke arahnya. Setiap kali sendok itu sampai di bibirnya, ia menahan senyum, kemudian menatap wajah Nayla yang begitu serius seolah takut Radit akan kelaparan bila ia berhenti menyuapinya. “Kalau kamu terus begini, aku bisa gemuk, Nay,” ucap Radit sambil tertawa kecil, meskipun dalam hatinya ia merasa hangat. Ada perasaan yang berbeda setiap kali Nayla memperlakukannya dengan penuh perhatian. Dan saat Nayla tersenyum, matanya se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN