Restoran yang dipilih Valiant malam itu bukan sembarangan. Sebuah restoran fine dining dengan nuansa hangat, lampu-lampu redup keemasan yang menyorot elegan, membuat suasana begitu intim. Dari jendela kaca besar, lampu kota Jakarta berkilau, seperti lautan bintang yang jatuh ke bumi. Pelayan menyambut mereka dengan sopan, lalu mengantar ke meja yang sudah dipesan khusus oleh Valiant, sebuah meja di sudut dengan pemandangan terbaik. Rosalinda mengenakan gaun sederhana warna biru muda, rambutnya tergerai indah dengan sedikit gelombang. Wajahnya tampak segar setelah seharian penuh lelah fitting gaun. Begitu duduk, Valiant menatap lekat-lekat, senyumnya nakal namun penuh cinta. “Cantik banget,” gumam Valiant tiba-tiba, membuat Rosalinda tersentak kecil. Rosalinda mengerjap, wajahnya merona.

