Rosalinda berdiri di depan cermin butik dengan gaun panjang yang sudah dihiasi swarovski di seluruh permukaan kainnya. Sejak tadi ia diputar ke kiri dan kanan oleh desainer butik, jarum-jarum kecil menempel di kainnya, dan catatan di tangan asisten desainer semakin panjang. Rosalinda menghela napas kasar. "Aduh, aku capek banget," keluh Rosalinda sambil menatap bayangannya sendiri. "Kayaknya gaunnya udah bagus. Nggak usah diubah lagi, deh. Aku mau pulang, mau tidur di rumah aja." Desainer butik tersenyum kikuk, "Nona Rosalinda, sedikit lagi. Kalau bagian pinggangnya kita sesuaikan, jatuhnya akan lebih indah." Rosalinda memutar bola matanya. "Lagi, lagi, lagi. Dari tadi selalu dibilang sedikit lagi, hasilnya aku jadi kayak jarum pentul berjalan." Nancy yang duduk di sofa butik langsung

