Jeremi berdiri di ruang keluarga dengan kedua tangannya bersedekap. Pandangannya tidak lepas dari Valiant yang duduk di lantai beralaskan karpet tebal, dikelilingi mainan si kembar. Julian menggenggam boneka beruang kecil dan menghisap jempolnya, sementara Jelena menggerakkan kaki mungilnya sambil menatap Valiant dengan mata bulat penuh rasa ingin tahu. Namun yang membuat Jeremi resah adalah sikap Valiant. Biasanya, anak kembar itu akan tertawa riang jika bersama om mereka. Valiant selalu tahu cara membuat mereka tersenyum, entah dengan suara-suara aneh atau dengan menggendong mereka tinggi-tinggi. Tapi kali ini berbeda. Valiant hanya duduk diam, matanya kosong. Sesekali ia menyentuh kepala Julian atau merapikan selimut Jelena, tapi wajahnya datar. Tidak ada tawa, tidak ada candaan. Gerak

