Rosalinda berdiri di depan cermin besar butik itu dengan wajah cemberut. Gaun pengantin putih yang dulunya pas kini sedikit menyempit di bagian pinggang. Penjahit butik, seorang wanita paruh baya bernama Madam Livia, sedang memegang meteran dan tampak sibuk mengukur ulang bagian yang harus dirubah. Rosalinda mendesah pelan, menatap pantulan dirinya sendiri dengan kesal. “Aduh, kenapa sih harus naik dua kilo segala? Padahal aku udah olahraga, lho,” gumamnya pelan sambil mengerutkan dahi. Valiant yang duduk di sofa di pojok ruangan hanya bisa menahan tawa kecil. Ia menatap Rosalinda dengan lembut, merasa geli melihat calon istrinya kesal hanya karena urusan kecil seperti itu. “Sayang, itu cuma dua kilo. Orang nggak akan sadar juga nanti di pelaminan,” kata Valiant dengan nada menenangkan.

