Bab 258

2138 Kata

Sore itu, cahaya matahari masuk lembut melalui jendela kamar Rosalinda. Langit tampak oranye keemasan, dan di meja kerjanya kini berantakan dengan beberapa katalog dekorasi, contoh kain taplak, hingga foto-foto hasil dekorasi pesta pernikahan dari berbagai vendor. Rosalinda duduk bersila di lantai sambil menatap satu per satu gambar yang berserakan. Ia tampak serius, bibirnya mengerucut kecil sambil menimbang-nimbang warna bunga dan bentuk meja tamu. Valiant baru saja keluar dari kamar mandi setelah mengganti pakaian kerja, dan kini berdiri di ambang pintu, memperhatikan calon istrinya itu. Ia menyandarkan tubuh ke kusen pintu sambil menyilangkan tangan. “Kamu kelihatan kayak arsitek yang lagi ngerancang gedung megah, bukan calon pengantin,” ucapnya dengan nada menggoda. Rosalinda mendon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN