Jeremi melangkah cepat masuk ke dalam lobi hotel dengan napas sedikit terengah. Matanya langsung menyapu sekeliling ruangan, mencari sosok Vivienne. Namun, yang ia temukan hanya beberapa orang staf hotel yang sedang sibuk berbincang tentang dekorasi pernikahan. Meja resepsionis tampak penuh berkas, sementara pekerja dekorasi sibuk naik-turun tangga mengatur kain putih dan bunga. “Permisi, apakah tunangan saya… Vivienne, sudah datang ke sini?” tanya Jeremi buru-buru pada salah satu staf perempuan di resepsionis. Wanita itu membuka buku catatannya, lalu tersenyum kecil. “Oh, Nona Vivienne? Iya, tadi pagi beliau datang. Tapi…” Jeremi langsung maju selangkah. “Tapi apa?!” Staf itu tampak ragu. “Beliau sudah pergi, Tuan. Tidak lama setelah masuk ballroom, beliau terlihat berbicara dengan sa

