Bab 168

2065 Kata

Vivienne berdiri di depan lobi hotel dengan wajah yang masih memerah karena emosi. Matanya berkaca-kaca, tubuhnya bergetar, dan koper kecil di tangannya seolah menjadi satu-satunya pegangan agar ia tidak jatuh tersungkur. Beberapa tamu hotel menoleh penasaran, tapi Vivienne tidak peduli. Yang ada di kepalanya hanya satu: ia tidak mau lagi satu atap dengan Jeremi malam ini. Jeremi bergegas menyusul dari belakang, nafasnya berat karena berlari. Tangannya segera meraih lengan Vivienne agar tidak pergi terlalu jauh. "Vivienne! Tunggu dulu, jangan keras kepala begini!" suara Jeremi terdengar tegas tapi juga memohon. Vivienne menoleh cepat, matanya penuh kemarahan. "Lepaskan aku, Jeremi! Aku sudah bilang aku mau pulang ke rumah Papa dan Mama. Aku nggak mau tinggal di hotel, aku nggak mau ting

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN