Bab 251

2070 Kata

Di dalam ruangan pengap dengan dinding berwarna abu kusam, ully duduk bersandar pada tembok yang dingin. Napasnya memburu, matanya menatap kosong ke arah jeruji besi yang memisahkan dirinya dari dunia luar. Bayangan wajah putranya terus menghantui benaknya, wajah mungil yang masih begitu kecil dan belum mengerti apa pun tentang dosa atau cinta yang salah arah. Ully menggigit bibir bawahnya hingga berdarah, menahan gejolak di dadanya yang semakin sesak setiap kali mengingat bahwa bayinya kini diasuh orang lain, bukan dirinya. "Anakku... Mama akan keluar dari sini... Mama janji," bisiknya lirih, matanya berair tapi suaranya penuh dengan dendam yang membara. Dia tidak menerima semua ini. Tidak terima dijebloskan ke penjara hanya karena mencintai Valiant, hanya karena berani melawan Rosalind

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN