Alicia tersentak ketika mendengar ketukan pelan di pintu. Jantungnya langsung berdegup kencang, antara takut, gugup, dan entah kenapa… berharap. Dengan langkah perlahan, ia membuka pintu sedikit. Namun pintu itu langsung terdorong lebih lebar ketika sebuah tangan kuat menariknya masuk. Juan Antares! Tanpa memberi kesempatan bernapas, Juan langsung merengkuhnya dalam pelukan yang sangat erat, seolah Alicia akan kembali menghilang jika ia melepaskannya barang satu inci. Alicia terkejut, tubuhnya kaku sesaat sebelum akhirnya melemas dalam pelukan hangat itu. “Alicia…” suara Juan pecah, rendah, tercekik emosi. Nafasnya terasa memburu di telinga Alicia. “Kau hendak ke mana pun… kau harus menghubungiku. Jangan pernah menghilang lagi. Aku pikir… aku benar-benar kehilanganmu.” Pelukan itu buk

