Juan melempar tubuh Alicia ke atas tempat tidur, namun bukan dengan kasar, melainkan seperti seseorang yang sudah kehilangan kendali atas dirinya. Alicia jatuh di atas seprai dengan napas memburu, kedua tangannya mencengkeram ujung ranjang tanpa sadar. Juan langsung naik ke atas ranjang, tubuhnya mengungkung tubuh Alicia, bayangannya memenuhi ruang kecil di atas wajah perempuan itu. Alicia menutup mata, tubuhnya gemetar halus, reaksinya begitu… polos. Juan menundukkan wajahnya, napasnya semakin berat. Obat itu bekerja cepat, terlalu cepat. Pupil matanya melebar, d**a naik turun, seolah tubuhnya tidak lagi mengikuti kendali otaknya. “Alicia…” suaranya serak, namun bukan suara normal Juan. Ada desakan. Ada ketegangan yang tidak bisa ia jinakkan. Alicia tersandar di kepala ranjang, tubuh

