Zack terbangun dengan kepala yang terasa berat. Matanya terbuka perlahan, memandangi langit-langit kamar dengan pandangan kosong. Ia mengerjap beberapa kali, mencoba mengingat kejadian semalam. Dan begitu ingatannya kembali, ia sontak duduk tegak di tempat tidur. Dia masih ingat terakhir kali Rico yang membawa Alicia keluar dari kamarnya. Biasanya apa yang dilakukan Rico pasti atas perintah ibunya. Tiba-tiba saja Zack khawatir sesuatu yang buruk terjadi pada Alicia. “Alicia!” serunya keras. Rasa panik bercampur marah menyergap dadanya. Ia menekan bel kamar dengan kasar hingga seorang pelayan masuk terburu-buru. “Cepat panggilkan Alicia!” perintah Zack dengan nada tinggi. Pelayan itu menunduk dalam, tampak gugup melihat ekspresi tuannya yang tegang. “Baik, Tuan muda.” Beberapa menit

