“Aku akan menemuinya,” ucap Ben akhirnya, nadanya tegas, bukan keputusan spontan, melainkan hasil perhitungan matang. “Untuk apa?” sang ketua Teratai Hitam menyipitkan mata, jelas tidak sepenuhnya percaya. Ben tersenyum tipis. “Tenang saja. Aku tidak akan membuat masalah. Justru aku akan membawa penawaran yang menguntungkan untuk kita semua.” Ruangan itu hening sejenak. Beberapa anggota saling bertukar pandang. Nama Juan bukan nama kecil, menyentuhnya tanpa perhitungan sama saja bunuh diri. Sang ketua menghela napas pelan, lalu mengangguk. “Baik. Tapi satu kesalahan saja, Ben… kau yang bertanggung jawab.” Ben membungkuk singkat. “Aku paham, Bos.” Ia berbalik, melangkah pergi dengan wajah tenang. Namun di balik ketenangan itu, pikirannya berlari cepat, menimbang setiap kemungkinan, s

