Angin malam berdesir pelan, membawa ketegangan yang mencekik. “Serahkan Zack,” ujar Ben mantap. “Kau dapatkan Alicia kembali. Kau kembali ke Golden Dragon. Dan kami berhenti bermusuhan.” Juan menunduk sejenak, matanya terpejam. Bukan karena ragu, melainkan karena amarah yang sedang ia tekan sedalam-dalamnya. “Kalau aku menolak?” tanya Juan akhirnya, suaranya nyaris tak bernada. Senyum Ben kembali muncul, tipis namun berbahaya. “Kalau kau menolak… aku tidak bisa menjamin Alicia akan tetap hidup.” Juan menyadari satu hal pahit- ini bukan pilihan. Ini paksaan yang dibungkus dengan kata kesepakatan. Dadanya terasa sesak. Kepalanya dipenuhi suara masa lalu. Zack memang bukan darah dagingnya. Namun nama Carlos masih terpatri kuat dalam ingatannya. Seseorang yang pernah menyelamatkan

