85. Ketika Perlindungan adalah Penjara

1063 Kata

Dengan dingin, tanpa sedikit pun perubahan ekspresi, Nelly mengibaskan tangannya. “Urus mayatnya.” Perintah itu keluar begitu saja, seolah yang tergeletak bersimbah darah di lantai bukanlah manusia—melainkan sekadar sampah yang sudah tidak berguna. Beberapa anggota langsung bergerak. Tubuh Rico diseret menjauh, meninggalkan jejak darah yang memanjang di lantai. Tidak ada penyesalan di mata Nelly. Tidak ada duka. Tidak ada rasa bersalah. Memang begitulah Nelly. Kejam. Dingin. Tidak berperasaan. Kini yang tersisa di dadanya hanyalah amarah yang membara. Amarah karena Juan tahu segalanya. Amarah karena Juan tahu Alicia membencinya. Amarah karena Juan tahu Alicia menyimpan dendam yang begitu dalam— Namun tetap saja… Juan masih tergila-gila pada gadis itu. Fakta itu menusuk harga diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN