Juan tidak tenang. Langkahnya berantakan, napasnya tidak lagi teratur, sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi sepanjang hidupnya. Ini pertama kalinya rasa takut benar-benar merayapi hatinya. Bukan takut mati. Bukan takut kehilangan nyawa. Selama ini, hidup dan mati hanyalah dua sisi koin yang sudah lama ia terima. Kapanpun dia dipanggil, dia sudah siap dengan konsikwensinya. Namun Alicia adalah hal yang berbeda. Pikirannya dipenuhi bayangan-bayangan yang membuat dadanya sesak. Bagaimana jika Alicia membencinya? Bagaimana jika dendam itu selama ini ia pendam rapat-rapat, menunggu waktu yang tepat? Bagaimana jika setiap senyum, setiap sentuhan, setiap tatapan lembut… hanyalah sandiwara? Juan mengepalkan tangan. Ia bahkan sempat berpikir lebih jauh. Bagaimana jika Alicia memang

