Zeya tersenyum sambil mengangkat potongan apel. “Aku bantu bersihin, kamu tinggal duduk manis aja.” Kenzo belum juga menjawab. Matanya masih sibuk menyusuri kemeja yang jatuh longgar di tubuh Zeya, lekuk bagian atas yang sedikit terekspos saat Zeya bergerak. Ia seperti kena serangan jantung kecil setiap kali Zeya membungkuk, padahal hanya untuk mengambil apel yang tercecer. “Dokter Kenzo?” Kenzo tersentak, langsung duduk tegak. “Iya! Udah… udah beres.” Zeya menyandarkan diri ke kursi, lalu menyuapkan apel ke mulutnya sambil mengangkat satu alis. “Kenapa kamu kayak gelisah gitu?” “Aku? Gelisah?” Kenzo tertawa gugup. “Nggak… nggak sama sekali.” Zeya mendekat, duduk di sebelah Kenzo dan menyenderkan kepala ke pundaknya. “Bilang dong, aku cantik nggak hari ini?” Kenzo melirik Zeya dari

