Bab 100 : Permintaan Aneh

1197 Kata

Pukul dua pagi. Apartemen sunyi banget, cuma terdengar detak jarum jam dari meja kerja Kenzo. Di atas ranjang, Zeya menggeliat pelan sambil memeluk guling. Tapi wajahnya nggak tenang. Ia bolak-balik, bibirnya mengerucut kesal, perutnya keroncongan, dan otaknya… cuma bisa mikirin mie instan. Akhirnya, Zeya duduk sambil menepuk paha Kenzo yang lagi pulas. “Sayang...” Kenzo hanya menggumam. “Hm?” “Sayang... bangun, deh...” bisiknya lagi, sambil mendorong pelan bahu suaminya. Kenzo membuka mata sebelah, malas-malasan. “Kenapa, hm?” Zeya menggigit bibir bawahnya. “Aku lapar…” “Lapar gimana? Mau buah?” Zeya menggeleng cepat. “Enggak. Aku pengin mie instan.” “Mie instan?” Kenzo setengah bangun. “Sekarang?” Zeya mengangguk polos. “Tapi... campur es krim vanilla.” Kenzo langsung terdudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN