Kenzo mengusap rambutnya yang setengah kering sambil menatap Zeya lekat-lekat. Wajahnya masih terlihat kaku, tapi ia berusaha mengatur napas agar tak terlihat panik. “Tadi kamu bilang... namanya siapa?” tanyanya pelan, mencoba memastikan. Zeya mengernyit bingung. “Yang bantuin aku tadi? Namanya Artha Yudha. Memangnya kenapa, sih?” Kenzo menunduk sebentar, lalu mengangkat kepala lagi dengan senyum yang dibuat-buat. “Enggak kok, Sayang. Aku cuma merasa familiar aja dengan nama itu. Kayak pernah dengar, gitu.” Zeya memiringkan kepala, matanya menatap Kenzo tajam. “Yakin? Soalnya kamu tadi kelihatan kayak shock. Kamu kenal nama itu, atau gimana?” Kenzo tertawa pelan. Ia meraih tangan Zeya dan menggenggamnya erat, mencoba mengalihkan perhatian. “Sayang, kalau aku kenal pun pasti udah aku

