Bab 113 : Kemunculan Pria Gila

1270 Kata

Pintu apartemen menutup rapat ketika Sivia masuk. Ia menyalakan lampu foyer, menaruh kunci di mangkuk kecil, lalu meletakkan tas di kursi. Putusan rapat masih berdengung di telinga. Ia menuang air di dapur, mencoba menelan rasa kecewa yang pahit. Tiba-tiba keypad pintu berbunyi bip beruntun. Sivia menegang. “Siapa di luar?” tanya Sivia dalam hati, napasnya menahan. Kait pintu berbunyi. Ia bergerak cepat ke balik pintu kamar, ponsel sudah di tangan. Langkah masuk terdengar jelas. Aroma parfum yang ia kenal mengalir pelan ke ruang tamu. “Sayang, kamu di dalam?” tanya suara itu santai. “Aku datang, kok kamu nggak menyambutku, sih?” Sivia mendorong pintu kamar setengah terbuka. “Pergi kamu!” seru Sivia, suaranya bergetar namun tegas. Langkah itu berhenti. “Sivia, besok itu jadwal mediasi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN