Bab 114 : Ketenangan Yang Terusik

1149 Kata

“Kenapa buang sampahnya lama?” tanya Zeya. “Kakek katanya sudah mau pulang.” “Kenapa sudah mau pulang?” sahut Kenzo ringan. “Kenapa nggak nginep aja?” Zeya menggeleng. “Kakek nggak mau. Katanya besok ada urusan.” Kakek Hartawan keluar ke ruang tamu sambil merapikan kemeja. “Kakek pamit,” ucap Kakek. “Kalian makan yang hangat lalu istirahat. Besok kabari singkat saja bahwa rumah aman.” “Siap, Kek,” kata Kenzo. “Aku antar sampai lobi.” Zeya mencium punggung tangan Kakek. “Hati-hati di jalan, Kek,” ujar Zeya. “Kalau butuh apa-apa, kabarin aku duluan.” Mereka turun bersama. Di lobi, sopir sudah menunggu dekat pintu putar. Sebelum Kakek masuk mobil, Kenzo menoleh ke pos keamanan. “Sebentar, Kek,” ucap Kenzo sopan. “Aku cek sesuatu.” Kenzo berjalan ke petugas. “Pak, memastikan saja,” uja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN