PoV Raka “Lo siap?” Suara Bagas terdengar rendah di dalam mobil yang diparkir di sisi jalan gelap itu. Aku menoleh ke arahnya. Lampu dari dashboard memantulkan bayangan wajahnya yang serius. “Siap atau nggak, kayaknya ini tetap harus selesai malam ini,” jawabku. Bagas mengangguk pelan. Di kursi depan, Arman duduk sambil memperhatikan layar tablet di tangannya. Sejak tadi Arman hampir tidak berbicara, hanya memantau semua pergerakan tim yang tersebar di berbagai titik. Dialah yang memimpin operasi malam ini. Di depan kami, beberapa mobil hitam tanpa tanda terparkir berjajar. Di dalamnya duduk anggota BNN bersenjata lengkap. Sebagian lagi sudah bergerak menuju posisi masing-masing. Radio komunikasi berderak pelan. Malam itu terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya. Selama berm

