Season 3: Semua Tentang Iptu Bagas

1201 Kata

PoV Bagas Malam itu seharusnya biasa saja. Langit gelap tanpa bintang, udara terasa lembap seperti kota ini sedang menahan napas. Aku masih ingat suara kipas angin tua yang berdecit pelan di sudut kamar. Bau minyak kayu putih bercampur dengan aroma obat-obatan yang menyengat. Dan suara napas itu, pelan, berat. Setiap tarikan napas adalah perjuangan terakhir. “Ibu…” Suaraku hampir tidak terdengar. Aku duduk di sisi ranjang, menggenggam tangannya yang terasa dingin. Dulu tangan itu hangat. Tangan yang sama yang selalu mengelus kepalaku ketika aku pulang sekolah. Tangan yang memasak nasi goreng tengah malam saat aku bilang lapar. Tangan yang menepuk pundakku setiap kali aku merasa gagal. Sekarang, tangan itu terasa rapuh dan ringan. Seperti bisa hilang kapan saja. Ibu membuka ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN