Malam Indah Kita (Ending)

1028 Kata

PoV Selira Malam turun perlahan di apartemen kami. Lampu-lampu kota mulai menyala di luar jendela, memantulkan cahaya lembut di kaca ruang tamu. Dari lantai setinggi ini, Jakarta terlihat seperti lautan cahaya kecil yang bergerak pelan. Apartemen sudah jauh lebih tenang dibandingkan beberapa jam lalu. Arsa sudah tidur. Setelah makan malam, anak itu bahkan tidak sempat menyelesaikan ceritanya tentang mobil balap yang dia lihat di televisi. Kepalanya sudah terangguk-angguk di sofa sambil memeluk mobil mainannya. Aku menggendongnya ke kamar. Tubuh kecil itu hangat di pelukanku. Napasnya sudah teratur ketika aku meletakkannya di tempat tidur. Aku merapikan selimutnya, mengusap rambutnya sebentar, lalu mematikan lampu. Sekarang hanya ada cahaya redup dari lampu lorong. Aku menutup pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN