PoV Bagas Suara pertama yang kutangkap bukan benar-benar suara, melainkan getaran yang berulang pelan. Bip… bip… bip… Ritme yang terasa asing, tapi entah kenapa juga menenangkan. Aku tidak tahu itu apa. Aku juga tidak tahu aku berada di mana. Yang aku tahu hanya satu, gelap. Bukan gelap karena malam atau lampu yang dimatikan, melainkan gelap yang kosong, seolah aku jatuh ke dalam ruang tanpa dasar. Aku mencoba bergerak, tetapi tubuhku terasa berat dan kaku. Seolah-olah seluruh sarafku mati rasa. Aku berusaha membuka mata, tetapi tidak ada perubahan, masih gelap. Pikiran aneh itu muncul begitu saja. Apa aku mati? Sebelum aku sempat mencerna pikiran itu lebih jauh, sebuah suara samar muncul. Jauh, seperti datang dari ujung lorong panjang. “…gas.” Aku tidak yakin. “…Bagas.” Namaku

