Jangan Sampai Terlambat Lagi

1037 Kata

PoV Bagas “Jangan sampai gue telat lagi…” Kalimat itu masih menggantung di udara ketika kakiku sudah bergerak lebih dulu. Tanpa menunggu perintah, tanpa menunggu tim, aku berlari. Langkahku menggema di antara kontainer-kontainer baja yang menjulang tinggi seperti lorong tanpa akhir. Udara malam terasa dingin, tapi tubuhku panas. Jantungku berdetak terlalu cepat. Radio di tanganku masih mendesis. Tidak ada suara Reva lagi. Sial! “Bagas!” suara Arman terdengar dari belakang. “Tunggu tim!” Aku tidak berhenti. “Dia di dalam!” “Ini bisa jebakan!” “Aku tahu!” teriakku. Justru karena aku tahu, maka aku tidak bisa berhenti. Langkahku semakin cepat. Gudang itu semakin dekat. Pintu besinya terbuka setengah. Gelap di dalamnya seperti mulut yang siap menelan apa pun yang masuk. Aku melam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN