Umpan yang Dibiarkan Hidup

999 Kata

“Nggak ada data penghuni bernama Maya yang terdaftar di apartemen ini.” Untuk beberapa detik aku tidak bisa berkata apa-apa. Seolah kata-kata itu menggantung di udara, menunggu otakku benar-benar memahaminya. “Nggak… ada?” ulangku perlahan. Raka menggeleng kecil. “Bagas sudah cek ke manajemen apartemen. Data penyewa unit itu baru dimasukkan dua hari lalu, tapi identitasnya bukan Maya.” “Lalu siapa?” “Nama yang terdaftar juga kemungkinan palsu.” Aku merasakan telapak tanganku mulai dingin. Ingatan tentang jabat tangan di lift tadi kembali muncul. “Jadi dia memang…” Suaraku mengecil. Raka menatapku. “Kemungkinan besar bagian dari jaringan itu.” Ruangan terasa semakin sunyi. “Bagas akan menangkap Maya?” Raka tidak langsung menjawab. Dia melihat layar ponselnya lagi, membaca pesan y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN