PoV Raka Perjalanan ke kantor BNN sekarang tidak lagi terasa seperti dulu. Dulu aku bisa datang kapan saja. Menyetir sendiri, parkir di depan gedung, lalu langsung naik ke ruangan Bagas tanpa banyak berpikir. Sekarang semuanya terasa berbeda. Mobil yang kupakai bukan mobilku sendiri. Salah satu anggota tim Bagas yang mengemudi, sementara aku duduk di kursi belakang. Di kursi depan ada satu orang lagi yang sesekali memperhatikan kaca spion. Mobil itu juga tidak langsung menuju kantor BNN. Kami memutar lebih dulu. Masuk ke jalan kecil, keluar lagi ke jalan utama. Lalu memutar melalui jalur yang berbeda. Awalnya aku hanya memperhatikan tanpa berkata apa-apa. Namun, setelah beberapa kali berputar, akhirnya aku bersuara. “Kita mau ke BNN atau keliling kota?” tanyaku. Pria yang menyet

