Pintu kamar itu akhirnya tertutup sempurna. Suara langkah Bram menjauh, menyisakan keheningan yang terasa jauh lebih berat daripada sebelumnya. Lampu meja masih menyala redup, bayangannya jatuh lembut di dinding, memeluk kamar baby Alan dengan cahaya hangat yang kontras dengan ketegangan yang menggantung di udara. Tinggallah Alea dan Mama Linda. Alea berdiri mematung di sisi ranjang bayi, Alan masih tertidur pulas di pelukannya. Napas kecil itu naik turun teratur, seolah dunia di sekelilingnya baik-baik saja. Tapi tidak dengan Alea. Jantungnya berdegup terlalu cepat, denyutnya sampai ke pelipis. Telapak tangannya terasa dingin meski tubuhnya hangat oleh bayi itu. Ia tidak berani menatap Mama Linda. Dalam benaknya, kemungkinan terburuk berputar-putar tanpa henti. Tuduhan. Penilaian. Kat

