Bab 85. Sayang, Sudah Selesai?

1501 Kata

Langkah Alea menyusuri lorong kampus tadi pagi terasa ringan, meski pikirannya masih penuh. Ia menata kembali tas di bahunya, memastikan ponsel disenyapkan sebelum masuk kelas. Pintu ruang kuliah sudah terbuka, beberapa mahasiswa tampak duduk berkelompok, sebagian sibuk membuka laptop, sebagian lagi bercengkerama pelan. Alea memilih bangku di baris tengah—cukup dekat untuk fokus, cukup jauh untuk tidak menjadi pusat perhatian. Ia menarik kursi, duduk tegak, lalu membuka laptopnya. Begitu dosen masuk dan kelas dimulai, Alea menyingkirkan semua hal lain dari kepalanya. Tidak ada Bram, tidak ada konflik, tidak ada masa lalu. Yang ada hanya materi manajemen, slide presentasi, dan catatan yang harus ia kejar. Di sisi lain kampus, coffee shop yang berada tak jauh dari gedung fakultas mulai rama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN