Bab 164. Pengantin Baru

1612 Kata

Jam tiga sore lewat sedikit, ruangan yang sejak pagi dipenuhi tawa, doa, dan bisik haru itu akhirnya lengang. Kursi-kursi sudah dirapikan, dekorasi mulai dibereskan perlahan oleh staf hotel, dan aroma makanan tinggal sisa—hangat, samar, seperti kenangan yang belum ingin pergi. Alea menghela napas panjang begitu semuanya benar-benar selesai. Capek, tentu saja.Tapi capek yang manis. Bram berdiri tak jauh darinya, menggendong baby Alan yang sejak tadi anteng—tidak rewel, tidak merengek, bahkan beberapa kali tertidur lalu terbangun hanya untuk mengoceh sebentar. “Alhamdulillah,” ucap Bram sambil mengusap pipi gembul putranya. “Anak Papa hari ini anteng banget ya. Nggak rewel sama sekali.” Mama Linda yang sedang duduk di sofa kecil tersenyum hangat. “Itu karena Alan tahu hari ini hari spesi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN