Bab 165. Otw Honeymoon

1905 Kata

Malam itu Yogyakarta terasa lebih sunyi dari biasanya. Di luar jendela suite family, lampu-lampu kota berpendar lembut, angin malam berembus pelan, membawa sisa-sisa hangat hari yang panjang. Setelah makan malam dan canda ringan yang menguras tawa, satu per satu penghuni suite mulai beristirahat. Mama Linda dan Bu Shinta lebih dulu masuk ke kamar masing-masing, lelah namun hati mereka penuh—bukan lelah yang menyisakan keluh, melainkan lelah yang membawa syukur. Rian pamit singkat sebelum menuju kamarnya sendiri. Ida sudah lebih dulu menidurkan baby Alan, memastikan napas kecil itu teratur, wajah mungilnya tenang dalam tidur. Alea berdiri di tepi ranjang kamar yang akan ia tempati malam itu bersama Alan. Ia merapikan selimut tipis, memastikan sudutnya tidak terlipat, lalu menatap putrany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN