Bab 161. Rencana Akad Nikah

2118 Kata

Malam turun perlahan di Yogyakarta, menyelimuti kota dengan udara hangat yang tenang. Lampu-lampu taman hotel menyala temaram, memantulkan cahaya ke kolam kecil di tengah halaman. Dari dalam restoran hotel, suasana makan malam baru saja berakhir. Di salah satu meja, Mama Linda, Bu Shinta, Rian, dan Idabaru saja meletakkan sendok dan garpu. Hidangan telah habis, tapi tak satu pun dari mereka benar-benar menikmati rasa makanan. Bukan karena tidak enak—melainkan karena hati mereka terlalu sibuk menunggu kabar. Mama Linda berkali-kali melirik jam di pergelangan tangannya. “Harusnya sudah selesai makan,” gumamnya pelan, lebih kepada dirinya sendiri. Bu Shinta tersenyum tipis, mencoba terlihat tenang, meski jemarinya saling meremas di pangkuan. “Sabar, Bu. Kita doakan saja.” Rian menyandark

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN