Bab 98. Alan Bukan Anak Rere!

1114 Kata

Suasana di dalam mansion berubah menjadi kekacauan yang nyaris tak terkendali. Detik ketika tubuh Alea terkulai tak sadarkan diri dengan darah mengalir di pelipisnya, dan Alan terdiam lemas di pelukan Bram, seperti memecah batas terakhir kewarasan semua orang yang menyaksikan. Mama Linda adalah orang pertama yang bersuara. “BIK TINII! UMI!!” teriaknya dengan suara tinggi, nyaris melengking, memecah udara. Tangannya gemetar, dadanya naik turun. “PANGGIL SATPAM SEKARANG! TELEPON AMBULANS!” Ia melangkah maju satu langkah, matanya menyapu tubuh Alea yang tak bergerak dan Alan yang tak bersuara. Wajah Mama Linda memucat, lalu berubah merah oleh amarah dan kepedihan yang tak tertahan. “KALIAN PEMBUNUH!!” jeritnya, menunjuk Eka dan Bude Laksmi dengan tangan gemetar. “KALIAN HAMPIR MEMBUNUH C

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN