Bab 97. Kembalikan Anakku, Mbak Eka!

1910 Kata

Eka menaiki anak tangga seperti orang dikejar setan. Hak sepatunya menghantam kayu tangga, tak-tak-tak, cepat dan tanpa ragu. Nafasnya memburu, d**a naik-turun, tapi matanya tajam—terlalu tajam untuk seseorang yang sekadar “ingin bicara baik-baik”. Ia tidak menoleh ke belakang, tidak peduli panggilan Bude Laksmi yang sempat pecah di lantai bawah. Yang ada di kepalanya hanya satu: Alan harus keluar dari rumah ini. Sekarang. Di lantai dua, koridor menuju kamar baby Alan sunyi. Pintu-pintu kamar tertutup. Lampu dinding menyala lembut, menipu suasana seolah semuanya aman. Eka melaju melewati lorong itu, seperti sudah hafal arah—atau seperti seseorang yang sudah lama memetakan. Tangannya meraih gagang pintu kamar Alan. Klik. Pintu terbuka. Udara kamar terasa hangat, ada aroma bedak bayi b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN