Bab 91. Bapak Cerewet

1743 Kata

Wajah Bram berubah seketika saat melihat Alea meringis, kedua tangannya refleks bergerak hendak menahan tubuh Alea yang kembali menegang karena rasa mulas yang datang mendadak. “Kamu sakit apa? Alea?” suaranya terdengar rendah, tertahan, jelas cemas. “Aku panggilkan dokter sekarang—” Belum sempat Alea menjawab, wajahnya memucat lebih parah. Tangannya mencengkeram sisi ranjang, napasnya memburu. “Ah …,” erangnya lirih. “Bik, Ida—!” seru Bram spontan. Ida dan Bik Tini langsung bergerak cepat. Ida menopang lengan Alea, sementara Bik Tini membuka pintu kamar mandi lebar-lebar. “Pelan-pelan, Mbak,” ujar Ida lembut, membantu Alea berdiri. Tubuh Alea gemetar, langkahnya tidak stabil. Bram berdiri di belakang, tangannya sigap menahan punggung Alea agar tidak terjatuh. Begitu Alea mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN