Bab 69. Bukan Merampas, Tapi Dikasih Alea

1134 Kata

Hampir satu jam Bram duduk di kursi tunggu ruang ICU. Lampu putih memantul dingin di lantai mengilap. Jam di dinding berdetak pelan, setiap detiknya terasa lebih panjang dari biasanya. Bram menautkan jemarinya, punggung tegak, wajahnya kembali pada ekspresi datar yang ia kenal baik—wajah yang ia pakai untuk menahan apa pun yang tidak boleh bocor ke luar. Sesekali matanya melirik pintu ICU yang tertutup rapat, tempat Rere terbaring dalam fase rapuh antara sadar dan pulih. Ponselnya bergetar di tangan. Ia menoleh. Nama Bu Laksmi muncul di layar. Tak lama kemudian, langkah tergesa terdengar di koridor. Seorang perempuan paruh baya menghampiri, napasnya sedikit tersengal. Mata Bu Laksmi langsung berkaca-kaca ketika melihat Bram. “Alhamdulillah,” ucapnya lirih, kedua tangannya terangkat me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN