Bab 45. Cari Gara-Gara

1364 Kata

Hari merambat menuju siang dengan pelan. Cahaya matahari menembus tirai kamar baby Alan, jatuh lembut di lantai marmer yang mengilap. Alea baru saja selesai menyusui Alan—bayi itu tampak kenyang, pipinya merah muda, kelopak matanya mengerjap ringan menahan kantuk. Namun begitu ia diletakkan di ranjang, baby Alan malah membuka mata lebar-lebar sambil menggumam kecil, seakan ingin ikut ke mana pun Alea pergi. Alea tersenyum kecil. “Ya sudah, ikut Mama, ya?” Ia mengangkat Alan perlahan dan menempatkannya di pundak. Sentuhan kulit kecil itu membuat dadanya hangat. Bram yang masih berada di kamar menatap pemandangan itu beberapa detik, namun ia tidak mengatakan apa pun. Ia hanya berdiri bersandar pada kusen pintu, rahangnya menegang—entah karena menahan sesuatu dalam hatinya, atau karena ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN