Bab 67. Rere Siuman

1143 Kata

Siang merambat perlahan di ruang ICU, membawa cahaya putih pucat yang menembus tirai kaca. Suasana tetap sama—steril, dingin, dan dipenuhi bunyi mesin yang berdetak teratur. Namun ketenangan itu menyimpan perubahan kecil yang krusial. Rere terbaring di ranjang nomor tujuh. Monitor di sampingnya memantulkan grafik yang stabil. Seorang perawat berdiri siaga, mencatat angka-angka dengan teliti, sementara dokter jaga memeriksa respons neurologisnya secara berkala. Lalu, kaki itu bergerak.Bukan refleks sesaat. Bukan getaran samar. Tumit kanan Rere bergeser sedikit, seolah mencoba mencari pijakan di dunia yang lama ia tinggalkan. Perawat itu menahan napas. “Dok,” panggilnya cepat namun terkendali, “ada gerakan di ekstremitas bawah.” Dokter mendekat. Tangannya terlatih, matanya fokus. Ia mene

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN