Bab 78. Wawancara ART

1719 Kata

Sore itu, mansion Bram kembali berada dalam ritme yang tampak tenang di permukaan, namun menyimpan banyak arus tersembunyi di bawahnya. Di lantai bawah, Mama Linda berdiri di dekat jendela ruang baca, memperhatikan halaman yang mulai teduh oleh bayang-bayang pepohonan. Satu tangannya memegang tablet kecil berisi catatan rumah tangga, sementara pikirannya melayang pada banyak hal—Bram, Rere, Alea, dan Alan. Semuanya terasa saling terkait, rumit, dan tidak bisa diselesaikan dengan satu keputusan sederhana. “Umi,” panggilnya akhirnya. Umi yang sejak tadi berdiri di ambang pintu dapur segera menghampiri. “Iya, Bu.” “Tolong panggilkan Alea ke sini,” ujar Mama Linda. “Saya mau wawancara calon yang akan bekerja di sini. Saya ingin Alea menemani.” Umi mengangguk. “Baik, Bu.” *** Di kamar ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN