Bab 106. Fitnahan Bude Laksmi

1306 Kata

Lobi rumah sakit mulai dipenuhi cahaya lampu malam. Kaca-kaca besar memantulkan bayangan orang-orang yang lalu-lalang—keluarga pasien, perawat yang berganti sif, dan beberapa dokter yang berjalan cepat dengan map di tangan. Di sudut lobi, sebuah kafe kecil masih buka. Aroma kopi pahit bercampur wangi roti panggang menguar samar, kontras dengan suasana hati seorang perempuan yang duduk kaku di salah satu kursinya. Bude Laksmi. Ia belum kembali ke kamar rawat Rere. Dadanya masih terasa sesak sejak Bram meninggalkan ruangan dengan dingin, sejak kata talak itu jatuh seperti palu di kepalanya. Ia butuh duduk. Butuh sesuatu untuk disalurkan. Dan seperti biasa—kemarahan menemukan jalannya sendiri. Tangannya yang gemetar meraih ponsel. Nama Shinta tertera di layar. Adiknya. Ibu Alea. Nada samb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN