Bab 81. Eka Diusir

2072 Kata

Malam telah jatuh sepenuhnya di mansion itu. Jam di dinding kamar baby Alan menunjukkan pukul delapan tepat. Lampu tidur menyala temaram, menyelimuti ruangan dengan cahaya kuning lembut. Tirai jendela sudah tertutup rapat, hanya menyisakan siluet pepohonan di luar yang bergoyang pelan diterpa angin malam. Baby Alan tidur pulas di boksnya. Napasnya teratur, d**a mungilnya naik turun dengan ritme yang menenangkan. Pipinya tampak lebih segar dibandingkan beberapa hari lalu—demamnya benar-benar sudah turun. Alea duduk di kursi dekat jendela. Laptop terbuka di depannya, modul kuliah terpampang di layar. Namun fokusnya sesekali teralihkan ke arah boks Alan. Setiap beberapa menit, ia melirik, memastikan bayi itu benar-benar nyenyak. Tangannya merapikan kertas catatan, lalu menutup laptop perl

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN