Bab 80. Ada Yang Berubah

1924 Kata

Menjelang petang, langit di atas mansion Bram mulai berwarna jingga pucat. Matahari perlahan turun di balik pepohonan tinggi yang mengelilingi halaman luas itu, meninggalkan bayang-bayang panjang di jalan masuk berlapis batu alam. Suasana tampak tenang, nyaris damai—bertolak belakang dengan riak-riak emosi yang berkelindan di dalam penghuninya. Mobil Bram meluncur masuk melewati gerbang besi besar. Begitu berhenti di teras depan, sopirnya sigap turun lebih dulu, membukakan pintu. Bram keluar sambil membawa dua kantong kertas berisi makanan, satu di tangan kanan, satu lagi di tangan kiri. Di wajahnya, untuk pertama kalinya hari itu, ada ekspresi yang tidak sepenuhnya datar—bukan senyum penuh, hanya lengkungan kecil yang nyaris tak terlihat. Umi kebetulan melintas membawa nampan kecil. Beg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN